sekedar pet crepet

Tuesday, January 02, 2007

Oleh-oleh dari Prof GP Patil

Tanggal 30 Des kemarin, untuk ketiga kalinya Prof GP Patil dari Pennstate mampir ke Bogor, dan ngasih materi tentang pendeteksian hotspot (dengan definisi yang beliau buat sendiri). Untuk ketiga kalinya juga aku dapat dongeng tentang bagaimana mendeteksi apakah suatu wilayah merupakan hotspot menggunakan metode upper level set scan yang beliau kembangkan bersama kolega-koleganya. Bukan detail bagaimana mendeteksi hotspot yang ingin aku ceritakan, tapi kisah lain tentang bagaimana mendapatkan jawaban responden untuk pertanyaan-pertanyaan tabu. Kalau tidak salah, begini kata beliau.

Bayangkan jika kita ingin menanyakan apakah responden adalah pengguna narkoba. Menanyakan langsung jelas susah, karena responden tidak terlalu suka dengan pertanyaan tersebut. Jadi bagaimana caranya. Beri dua pertanyaan. Pertanyaan 1: Apakah nenekmu suka jalan-jalan ke taman. Pertanyaan 2: Apakah Anda pengguna narkoba. Kemudian sodorkan uang logam, dan sampaikan ke dia, "Lempar koin ini, jika muncul gambar maka jawab pertanyaan 1, jika muncul angka maka jawab pertanyaan 2. Lempar di tempat yang tersembunyi sehingga saya tidak tahu kamu menjawab yang mana". Kalau ternyata dia menjawab YA, kita gak tahu apakah yang dia maksudkan adalah dia pengguna narkoba atau neneknya suka jalan-jalan di taman. Dan dia pun terhindar dari rasa malu.

Meskipun kita tidak tahu pertanyaan mana yang dijawab oleh responden, namun dengan menganggap koin yang digunakan adalah koin setimbang maka kita bisa menentukan berapa persen responden yang merupakan pengguna narkoba.

Teknik ini disebut randomized response. Setelah nyari-nyari di google, kayaknya dokumen di http://www.dartmouth.edu/~chance/teaching_aids/RResponse/RResponse.html dapat dipilih untuk dijadikan rujukan teknik ini.

3 Comments:

  • Artikelnya menarik Pak ..buat persiapan 2 tahun lagi saya riset ke luar negeri ...amien .. hehehe..
    Karna kalo menurut saya ...saat ini masih relative gampang untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan2 sensivite yang ditujukan kepada respondent orang Indonesia ... Bahkan pertanyaan yang paling sensitive sekalipun .. Buktinya Iip wijayanto berhasil mendapatkan 97,05% dari 1660 mahasiswi di Jogja yang mengaku sudah tidak -maaf - perawan.. cuman dalam waktu kurang dari satu tahun penelitian .. ..Melalui methode snowball, dari seorang yang sudah menyatakan diri tidak perawan maka yang bersangkutan akan merekomendasikan teman-temannya yang menurut dia tidak perawan .. hebatnya teman yang direkomendasikan tersebut akan mengakui bahwa dia memang sudah tidak -maaf - perawan secara blak-blakan-- tuh gampang kan hehehe ...

    By Anonymous Anonymous, At 6:07 PM  

  • kalau snowball tekniknya, tentu gak bisa kita hitung berapa persen di tingkat populasi karena respondennya memang 'pelakunya', jadi wajar kalau %-nya tinggi sekaleeee.

    By Blogger bagusco, At 9:07 AM  

  • Entah menjadi persoalan atau malah keuntungan..yang pasti Iip menunjukkan relative mudah untuk menggali data-data sensisitive di Indonesia ..iya kan Pak ..hehehe...
    Nah, Sekarang persoalannya, kenapa kok mudah?? Kenapa kok Iip bisa?? Mungkin setengah dipaksa?? atau ada insentive tertentu sehingga respondent mau bercerita??
    Mungkin suatu saat perlu dilakukan teknik randomized respond untuk repondent Iip ya mas.. dia mah kemungkinan besar tidak akan ngaku kalau kita berikan pertanyaan langsung...sensitive kaleee :-)

    By Anonymous Anonymous, At 1:23 PM  

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]



<< Home