sekedar pet crepet

Wednesday, March 01, 2006

Hindari Tersesat Menggunakan Ilmu Peluang

Selasa (28 feb) kemarin, setelah sowan ke beberapa teman di Jakarta, akhirnya mutusin naik KRL ke Bogor dari stasiun Sudirman. Jadwalnya KRL jam 17.38. Sesekali lihat arloji, lambat amat kayaknya. Tahu sendirilah, nungguin sambil gak ngapa-ngapin cuma ngeliat orang lewat di peronnya stasiun. Pas jam 17.30 KRL Express AC berhenti juga di depanku, dan kontan saja banyak orang menyerbu masuk. Termasuk aku.

Busyet, gak percaya, mustahil. Di Indonesia yang biasanya suka molor, kok bisa-bisanya KRL datang sebelum jadwalnya.

KRL terus melaju, sambil terus menikmati pemandangan di balik jendela sana. Tahu-tahu terlihat tempat-tempat yang jarang aku temui. Ada LP, wah lewat mana nih KRL. Nyoba tanya ke orang yang lagi asyik baca koran di sebelah kiriku. 'Bekasi', katanya. Walah, salah naik nih. Dari awal udah gak percaya kalau jam 17.30 udah ada kereta. Dari awal udah tahu peluangnya nol kereta datang jam segitu. Dari awal mestinya sudah tahu gak usah naik KRL ini. Dari awal mestinya inget kuliah yang aku berikan minggu kemarin. Dari awal mestinya tidak terdampar di stasiun bekasi.

8 Comments:

  • Dalam ilmu peluang itu bisa benar bisa salah, namun gimana kita bisa menekan peluang salah tersebut lebih kecil. Seperti pengalaman saudara ini, kalo belum pernah naik kereta tersebut berarti peluang kesalahan itu makin besar dibanding orang yg pernah naik. Tentunya peluang salah tersebut bisa dikurangi yg salah satunya tanya ke petugas ato orang yg pernah naik tentunya. Kasihan deh...yg udah nyasar hihihi

    By Anonymous Anonymous, At 2:02 PM  

  • penyesalan selalu dtng belakangan..
    seandainya ku tanyakan pada pada para petugas di stasiun mengenai kereta yang akan mengantarkanku pulang..peluangku pulang pasti akan 1 smp bgr tepat pukul 18.38.
    mas bagus, teruskan ya berbagi cerita seperti ini..selain menceriakan hari, yang terpenting mengingatkan kepada kita ttg betapa universalnya statistik..chayo (DK)

    By Anonymous Anonymous, At 2:05 PM  

  • Memang seharusnya ilmu yang telah kita dapat itu tidak hanya disimpan dalam memori.Tapi seharusnya selalu diamalkan disetiap kesempatan.....Seperti contoh kasus nyasar nya mas bagus sebagai seorang statistikawan sejati mas bagus selalu mengaitkan sesuatu sama statistik, baik lg di angkot, di kereta or dimana aja....Tapi dalam ilmu statistik sellau ada error dan seorang statistikawan juga manusia yang kadang melakukan banyak error.Iya ngga mas?Tapi emang nasib sudah jadi bubur...dimakan aja kl masih enak..he..he...

    By Anonymous Anonymous, At 2:14 PM  

  • Tapi kalau nanti pak Bagus jalan2 ke Jepang, akan sering menemukan peluang yg benar2 diacuangkan jempol. Pertama kali saya menginjakkan kaki di Narita, saya benar2 takjub dgn lalu lintas yg tertib dan pengguna jalannya yg taat peraturan. Demikian juga dgn jadwal kereta atau bis yg sgt ontime. Seandainya lalulintas di sini sama dengan di Jakarta pak Bagus dijamin gak akan kesasar deh..*Hihihi*

    By Anonymous Anonymous, At 2:31 PM  

  • Seharusnya sore itu kita pulang bareng naik pakuan dari sta dukuh atas ke bogor ya Gus. Tapi karena salah ambil keputusan mas Bagus jalan-jalan dulu ke Bekasi sedangkan aku langsung ke Bogor :p

    Seandainya saja Mas Bagus pernah naik dari sta dukuh atas, peluang untuk nyasar mungkin akan mendekati nol..Inilah contoh kongkret pentingnya data dalam pengambilan keputusan..

    Ngomong-ngomong, yang di Bekasi kok nggak ada ceritanya?

    By Anonymous Anonymous, At 2:51 PM  

  • Wah mas bagus sebagai jagonya statistik semestinya ga boleh terjadi kejadian seperti ini. Nanti.... para mahasiswa ga percaya lagi dg apa yg mas Bagus katakan tentang statistik (*ngga gitu bgt kali ya..*).

    Brarti gw harus bersyukur, walopun statistik teorinya (maaf bukan TS) ga begitu menguasai, gw ga pernah salah naek tuh. Maklum gw mengamalkan pepatah "lebih baek malu nanya-nanya melulu, daripada nyasar".

    By Blogger F-Xtudent, At 12:05 PM  

  • By Anonymous Anonymous, At 12:22 AM  

  • Best regards from NY! »

    By Anonymous Anonymous, At 5:42 AM  

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]



<< Home